RSS

santri indigo di Pesma Al-hikam

Pondok Pesantren ini berawal dari sebuah perkumpulan kecil terdiri dari beberapa orang tokoh masyarakat dan kalangan pemuda yang dipelopori oleh KH A Hasyim Muzadi yang selalu mengadakan kajian rutin dan dilanjutkan dengan istighasah.

Belajar dari kenyataan bahwa banyak pemuda Islam yang belajar di perguruan tinggi umum dan berpotensi untuk menjadi pemimpin, namun pengetahuan dan pengamalan agamanya masih minim, maka KH Hasyim Muzadi berinisiatif untuk membekali mereka dengan pengetahuan agama. Namun, Pondok Pesantren yang ada dirasa “belum mampu” membekali mereka. Hal ini disebabkan karena Pondok yang ada belum memiliki sarana dan prasarana khususnya perangkat metodologi yang sesuai dengan dunia mahasiswa.

Obsesi itulah yang kemudian mendorong KH Hasyim Muzadi untuk mendirikan Yayasan al-Hikam pada tanggal 3 Juli 1989 dan dua tahun kemudian (1991) mendirikan Pondok Pesantren Mahasiswa al-Hikam yang berlokasi di Jl. Cengger Ayam No 25 Lowok Waru Kotamadya Malang.

Pesantren ini dipimpin langsung oleh KH Hasyim Muzadi, Kyai yang sekarang memegang pucuk pimpinan NU ini adalah sarjana S1, IAIN. Selain aktif sebagai ketua organisasi masa terbesar di negeri ini, kyai yang satu ini aktif ceramah di depan masyarakat lingkungan PP al-Hikmah.

Keadaan Masyarakat Sekitar PP
Ketika pondok ini didirikan, penduduk sekitar berjumlah kurang lebih 11.000 jiwa. Sebagian besar mereka bekerja sebagai petani, pedagang, buruh dan PNS. Sekitar 80% dari mereka beragama Islam yang pada umumnya termasuk kalangan Nahdliyin.

Sekarang, penduduk sekitar Pondok sudah berkembang menjadi sekitar 13.110 jiwa. Sebagai masyarakat yang menempati wilayah perkotaan, dinamika sosial mereka cukup tinggi, karena didukung sarana dan prasarana transportasi yang memadai serta sarana dan prasarana komunikasi yang mencukupi. Mata pencaharian mereka pun menjadi sangat beragam, meskipun demikian di antara mereka masih ada yang menggantungkan hidupnya dengan bercocok atau sebagai petani.

Kendatipun masyarakat sekitar Pondok ini mayoritas beragama Islam dan termasuk kalangan yang fanatik, namun mereka masih membutuhkan bimbingan keagamaan dan para ulama. Oleh karena itu, KH Hasyim Muzadi secara rutin datang ke tempat tersebut untuk memberikan ceramah keagamaan.


Kegiatan Pendidikan
Tujuan pendidikan Pesantren Mahasiswa al-Hikam adalah mengantarkan mahasiswa menjadi sarjana yang taqwa, berkepribadian luhur (akhlaqul karimah, kreatif, mandiri, bertanggungjawab serta berwawasan ke depan), mengaktualisasikan misi Islam, sebagai rahmat bagi semesta alam dan menyiapkan generasi muslim yang mempunyai integritas keislaman dan keilmuan.

Targetnya lahirnya kajian-kajian dengan pendekatan filosofis, histories, sosiologis, yuridis, dan lainnya, sehingga norma-norma Islam akan mendapatkan signifikansi dan justifikasi secara objektif dalam alur disiplin ilmiah. Objektivitas ilmu akan mendapatkan signifikansi metafisik dan spiritualnya. Dialog yang mutualis ini diharapkan akan memberikan perspektif baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Target lainnya adalah lahirnya santri yang memiliki pemahaman keagamaan yang kontekstual dan dapat memberikan respon yang proporsional terhadap problematika kemasyarakatan yang dihadapi serta lahirnya santri yang mampu mengkomunikasikan wawasan yang dimilikinya kepada masyarakat baik melalui lisan maupun tulisan.

Pondok ini mendidik santri melalui pengasuhan dan pengajaran. Pengasuhan, meliputi disiplin ibadah, pembentukan akhlaqul karimah, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Pengajaran, meliputi pengajaran kemampuan keahlian dasar (bahasa Arab dan Inggris), pengajaran keahlian utama (fiqih, ushul fiqh, ilmu tafsir, hadis, al-Qur’an , perangkat metodologi ilmiah, sosiologi, tarikh dan pengabdian pada masyarakat.

Pengasuhan dan pelatihan berlangsung selama empat tahun efektif atau delapan semester melalui proses pembelajaran dengan menggunakan sistem tingkat/kelas.

Sumber Dana
Untuk membiayai kegiatan pendidikan Pesantren al-Hikam, memiliki beberapa sumber dana, antara lain dari: SPP santri, usaha wartel, hasil usaha koperasi, bantuan pemerintah, sumbangan para dermawan dan hasil berbagai usaha ekonomi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar